
Abad 16 Masehi
Kerajaan Makassar berdiri pada abad ke-16 di Sulawesi Selatan. Awalnya, Kerajaan Makassar terdiri atas dua kerajaan yang berbeda, yakni Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo.
Dua kerajaan bersaudara ini berseteru selama bertahun-tahun, namun perselisihan itu perlahan membaik berkat masuknya agama Islam ke tanah Sulawesi.
Kerajaan Makassar adalah kerajaan yang bercorak Islam sehingga disebut pula dengan Kesultanan Makassar dan didirikan oleh Raja Daeng Manrabbi yang bergelar Sultan Alauddin.

Berkembangnya Kerajaan Makassar
Kerajaan Makassar berkembang pesat pada abad ke-17 di Sulawesi Selatan, menjadi salah satu kekuatan maritim utama di kawasan Nusantara. Memiliki armada laut yang kuat dan menjalin hubungan dagang yang luas.
Kunci dalam perkembangan mereka adalah keahlian dalam pelayaran dan perdagangan laut. Sistem administrasi yang efisien dan kebijakan ekonomi yang cerdas, seperti monopoli perdagangan.


Konflik antara Belanda dan Makassar semakin meningkat, terutama terkait perdagangan rempah-rempah. Pada tahun 1667, Belanda melancarkan serangan besar-besaran yang menghancurkan kekuatan militer Makassar. Kejatuhan ini menjadi pukulan berat bagi kekuatan politik dan ekonomi Makassar. Belanda berhasil memperluas kekuasaannya di Sulawesi Selatan dan mengkonsolidasikan kontrol mereka atas perdagangan rempah-rempah di wilayah tersebut.
Peninggalan →